Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Masih tentang luka

Aku diam, menatap mu dalam diam. Aku menangis, menatap mu diam diam aku menangis. Rasanya kemarin janji itu terdengar dan hari ini janji itu menghilang. Aku pergi, ya aku sengaja pergi. Memang aku enggan untuk kembali. Biar, biar aku pergi aku tak ingin kembali. Disana, ditempat itu terlalu banyak kenangan aku dan kamu. Kenangan itu tetap aku dan kamu tetap kita sementara sekarang aku tak lagi bersama dengan mu. Sekarang kita hanya 2 manusia yang tak lagi ingin saling menyapa. Kita hanya 2 anak manusia yang pernah saling mendoakan. Pernah, iya pernah karena sekarang jangankan saling meneyebut dalam doa, terbesit akan tentang 'kita' pun sudah tak pernah. Bukan enggan bukan tidak mau atau tidak ingat tapi lebih ke aku malas membongkar luka lama yang bisa mengusik ketenangan jiwa. Luka yang kemarin butuh waktu lama untuk menjadi baik baik saja, rasanya terlalu jahat pada hati kalau ingin mengoreknya kembali. Bohong rasanya kalau bisa dengan ikhlas aku mendoakan kebahagiaan untuk m...