Aku diam, menatap mu dalam diam. Aku menangis, menatap mu diam diam aku menangis. Rasanya kemarin janji itu terdengar dan hari ini janji itu menghilang. Aku pergi, ya aku sengaja pergi. Memang aku enggan untuk kembali. Biar, biar aku pergi aku tak ingin kembali. Disana, ditempat itu terlalu banyak kenangan aku dan kamu. Kenangan itu tetap aku dan kamu tetap kita sementara sekarang aku tak lagi bersama dengan mu. Sekarang kita hanya 2 manusia yang tak lagi ingin saling menyapa. Kita hanya 2 anak manusia yang pernah saling mendoakan. Pernah, iya pernah karena sekarang jangankan saling meneyebut dalam doa, terbesit akan tentang 'kita' pun sudah tak pernah. Bukan enggan bukan tidak mau atau tidak ingat tapi lebih ke aku malas membongkar luka lama yang bisa mengusik ketenangan jiwa. Luka yang kemarin butuh waktu lama untuk menjadi baik baik saja, rasanya terlalu jahat pada hati kalau ingin mengoreknya kembali. Bohong rasanya kalau bisa dengan ikhlas aku mendoakan kebahagiaan untuk mu dengan dia sementar aku, aku yang pernah memimpikan bahagia dengan mu. Jahat, ah biarlah. Jahat ini bagian dari proses ku untuk melangkah pergi. Satu dua tentang mu sudah mulai terhapus dari benak ku tapi satu dua kebaikan mu masih tergambar jelas di dalam kalbu. Sakitnya pun masih tapi entah kenapa selalu baik dan bahagia yang tergambar nyata, padahal ingat ku sakitnya lebih tidak terhingga. Tapi ya sudahlah. Kata ibu tidak boleh menyimpan dendam. Doakan saja semoga aku bisa berdamai dengan kenyataan, menerima keadaan, hidup dalam ketenangan.
Tahun 2011 menjadi tahun pertama kita bertemu. Di tahun itu kita pertama kali saling tersenyum malu malu saling berusaha membina hubungan baru. Saat itu kita berjanji untuk saling mengenal satu sama lain. Saat itu takdir tuhan sudah ditentukan. kita di pertemukan. kita habiskan waktu bersama. berbagi setiap air mata dan tawa. saling meminjamkan pundak dan berkata "tidak papa semua baik baik saja". Kita saling bergenggaman tangan dan berjanji akan terus begini. Terus kita berjalan bersama meniti hari menghabiskan waktu berkutat dengan keadaan. Kita bahagia, ya bagiku kita bahagia. Tapi lagi dan lagi takdir tuhan menghampiri. Ini waktunya untuk kita berpisah. 2015 akan menjadi tahun terakhir kita saling menatap. Di ujung jalan ini, dipersimpangan ini kita memilih jalan kita masing masing. Dititik ini ku lambaian tangan ku pada kalian. Selamat jalan sahabat selamat jalan. Selamat mengejar impian mu. Wujudkan cita cita mu. Bahagiakan diri mu. Disini ku doakan kau agar selalu da...
Komentar
Posting Komentar