Tahun 2011 menjadi tahun pertama kita bertemu. Di tahun itu kita pertama kali saling tersenyum malu malu saling berusaha membina hubungan baru. Saat itu kita berjanji untuk saling mengenal satu sama lain. Saat itu takdir tuhan sudah ditentukan. kita di pertemukan. kita habiskan waktu bersama. berbagi setiap air mata dan tawa. saling meminjamkan pundak dan berkata "tidak papa semua baik baik saja". Kita saling bergenggaman tangan dan berjanji akan terus begini. Terus kita berjalan bersama meniti hari menghabiskan waktu berkutat dengan keadaan. Kita bahagia, ya bagiku kita bahagia. Tapi lagi dan lagi takdir tuhan menghampiri. Ini waktunya untuk kita berpisah. 2015 akan menjadi tahun terakhir kita saling menatap. Di ujung jalan ini, dipersimpangan ini kita memilih jalan kita masing masing. Dititik ini ku lambaian tangan ku pada kalian. Selamat jalan sahabat selamat jalan. Selamat mengejar impian mu. Wujudkan cita cita mu. Bahagiakan diri mu. Disini ku doakan kau agar selalu dalam lindungannya. Sahabat, esok ceritakan pada anak cucu kita betapa indahnya pertemanan kita, betapa menakjubkannya persahabatan kita. Agar kelak mereka tahu betapa takdir tuhan berperan besar dalam hidup kita. Sahabat, kau tahu bahwa setiap cerita pasti ada akhirnya tapi sungguh aku tak ingin ini menjadi akhir cerita kita. Semoga tuhan ijinkan takdir pertemuan menghampiri kita dengan cara yang luar biasa dan kita dalam keadaan berbahagia. Sahabat terima kasih sudah bersedia membagi duka dan bahagia bersama ku. Sahabat aku bahagia pernah menjadi bagian hidup mu.
i am just an ordinary teacher. ya, aku memang hanya guru biasa di sekolah biasa dengan kemampuan mengajar yang juga biasa biasa saja. ingat dahulu ketika pertama kali menginjakan kaki di negara ini aku tak ubahnya orang asing yang tersesat diantara kerumunan manusia. hanya bermodalkan niat aku pergi meninggalkan negara ku dan terbang ke negara ini. berbeda bahasa, berbeda budaya, berbeda latar belakang, semua berbeda. satu minggu pertama aku disini hanya takjub dan bangga yang ku rasa. mimpi ku menjadi nyata. impianku untuk memijakkan kaki di negara ini terwujud sudah. tapi itu hanya satu minggu pertama, minggu minggu selanjutnya hidup mulai terasa berat. mencari pekerjaan di negara orang tidak semudah yang aku bayangkan. belum lagi rasa rindu terhadap kampung halaman mulai muncul berat rasanya hati setiap akan mengangkan telfon dari orang tua nan jauh disana. ketika mendengar suara mereka seperti remuk hati ini. ingin rasanya berlari menuju bandara dan kembali ke negara asal ku. tap...
Komentar
Posting Komentar