i am just an ordinary teacher. ya, aku memang hanya guru biasa di sekolah biasa dengan kemampuan mengajar yang juga biasa biasa saja. ingat dahulu ketika pertama kali menginjakan kaki di negara ini aku tak ubahnya orang asing yang tersesat diantara kerumunan manusia. hanya bermodalkan niat aku pergi meninggalkan negara ku dan terbang ke negara ini. berbeda bahasa, berbeda budaya, berbeda latar belakang, semua berbeda. satu minggu pertama aku disini hanya takjub dan bangga yang ku rasa. mimpi ku menjadi nyata. impianku untuk memijakkan kaki di negara ini terwujud sudah. tapi itu hanya satu minggu pertama, minggu minggu selanjutnya hidup mulai terasa berat. mencari pekerjaan di negara orang tidak semudah yang aku bayangkan. belum lagi rasa rindu terhadap kampung halaman mulai muncul berat rasanya hati setiap akan mengangkan telfon dari orang tua nan jauh disana. ketika mendengar suara mereka seperti remuk hati ini. ingin rasanya berlari menuju bandara dan kembali ke negara asal ku. tapi lagi dan lagi aku bulatkan tekat ku. aku harus bertahan disini seperti keinginan ku. apapun yang terjadi aku harus tetap berdiri. waktu terus berlalu dan akhirnya aku diterima mengajar disalah satu sekolah swasta di kota tempat ku tinggal. ya kembali ku lewati hari hari ku dengan senyuman. aku bahagia itu kalimat yang setiap pagi aku ucapkan untuk memotivasi diri agar terus berusaha bahagia. rindu akan kampung halaman masih tetap terasa, tapi lagi dan lagi ku yakinkan diri bahwa ini impian ku ini hidup ku. jalan ini sudah ku pilih, jalan ini yang aku inginkan. pergi pagi pulang malam. pagi pagi berdiri di gerbang sekolah menanti kedatangan para murid murid yang luar biasa. tak jarang aku berdiri sembari melamun membayangkan akan ada kejadian apalagi hari ini. tingkah menggemaskan apalagi yang akan diperbuat anak anak hari ini. tingkah laku mereka terkadang teramat menyebalkan bahkan tak jarang menyakiti perasaan. kalau sudah begitu rasanya, sesak bukan kepalang. tapi aku kan seorang guru. aku harus terus menggenggam tangan mereka apapun keadaannya. aku tidak boleh membiarkan mereka terjatuh. tidak, tidak boleh. aku orang yang harus siap berdiri disebelah mereka. aku harus jadi orang yang mempercayai mereka. dengan begitu mereka akan bisa melihat ku, dengan begitu mereka akan bisa menghargai ku, dengan begitu mereka akan menyadari bahwa aku adalah guru mereka. ya, kau hanya manusia biasa yang terkadang juga suka lepas kendali tapi aku mencoba mengingat senyuman mereka. mereka anak anak yang luar biasa. mungkin kalau tidak mengajar aku rasa rindu akan rumah sudah tak dapat ku bendung. tapi karena aku guru dan aku memiliki mereka rasanya semua baik baik saja.
Tahun 2011 menjadi tahun pertama kita bertemu. Di tahun itu kita pertama kali saling tersenyum malu malu saling berusaha membina hubungan baru. Saat itu kita berjanji untuk saling mengenal satu sama lain. Saat itu takdir tuhan sudah ditentukan. kita di pertemukan. kita habiskan waktu bersama. berbagi setiap air mata dan tawa. saling meminjamkan pundak dan berkata "tidak papa semua baik baik saja". Kita saling bergenggaman tangan dan berjanji akan terus begini. Terus kita berjalan bersama meniti hari menghabiskan waktu berkutat dengan keadaan. Kita bahagia, ya bagiku kita bahagia. Tapi lagi dan lagi takdir tuhan menghampiri. Ini waktunya untuk kita berpisah. 2015 akan menjadi tahun terakhir kita saling menatap. Di ujung jalan ini, dipersimpangan ini kita memilih jalan kita masing masing. Dititik ini ku lambaian tangan ku pada kalian. Selamat jalan sahabat selamat jalan. Selamat mengejar impian mu. Wujudkan cita cita mu. Bahagiakan diri mu. Disini ku doakan kau agar selalu da...
Komentar
Posting Komentar