It's not 7 days it's not 7 months it's 7 years. Kamu tau apa yang aku rasakan selama itu ? Sometimes i want to scream as loud as i can but i can't. Kamu tau bagaimana ini hancurnya hati ? Pernah kamu tanya apa aku baik baik saja selama aku menunggu mu ? Pernah kamu bayangkan bagaimana aku habiskan waktu ku disela sela aku menunggu mu ? Pernah sedikit saja kamu berfikir bagaimana rasanya menjadi aku ? Pernah kamu tau ? Atau selama ini kamu pura pura tidak mengetahuinya ? Atau kamu tidak ingin tau ? Atau kamu memang tidak pernah tau ? Ayolah satu hari saja kita saling bertukar peran, kamu yang menunggu dan aku yang ditunggu. Jadi kamu tau bagaimana menjadi aku. Jadi kamu tau bagaimana 7 tahun ku. Jadi kamu tau aku sakit 7 tahun menunggu mu. Kamu dengan diam melangkah pergi sedang aku tetap berdiri menunggu mu tidak berpaling walau sedikit. Berpegang teguh pada janji bahwa kau akan kembali. 7 tahun ku habiskan waktu ku menunggu mu sampai akhirnya kamu datang, ya kamu datang kamu kembali tapi tidak sendiri. Kamu perkenalkan dia di hadapan ku seolah aku ini sahabat karib mu. Lihat, kamu lihat aku tersenyum bukan. Ya, aku tersenyum ah bahkan aku tertawa saat itu. Ya, aku mentertawakan kebodohan ku. Mentertawakan diri ku sendiri. Kau ingat apa kalimat yang keluar dari bibir ini waktu itu ? Bahkan ku katakan aku turut berbahagia. Bahkan ku ucapkan selamat atas kalian. Bahkan aku berjanji aku akan hadir di hari bahagia itu. Kamu tau setelah aku membalikan badan ku setelah kaki ini melangkah menjauh pergi aku menangis. Air mata ini tak terbendung lagi. Aku menangis menangisi kebodohan ku. Menangisi kenaifan ku. Menangisi ketulusan ku. Dan aku masih menangis saat semua orang menanyakan kamu kepada ku sedang aku tidak tau harus berkata apa pada mereka. Dan aku masih menangis saat satu dua dari mereka mengetahui kita sudah tidak ada apa apa lagi. Dan aku masih menangis. Aku masih menangis.
Tahun 2011 menjadi tahun pertama kita bertemu. Di tahun itu kita pertama kali saling tersenyum malu malu saling berusaha membina hubungan baru. Saat itu kita berjanji untuk saling mengenal satu sama lain. Saat itu takdir tuhan sudah ditentukan. kita di pertemukan. kita habiskan waktu bersama. berbagi setiap air mata dan tawa. saling meminjamkan pundak dan berkata "tidak papa semua baik baik saja". Kita saling bergenggaman tangan dan berjanji akan terus begini. Terus kita berjalan bersama meniti hari menghabiskan waktu berkutat dengan keadaan. Kita bahagia, ya bagiku kita bahagia. Tapi lagi dan lagi takdir tuhan menghampiri. Ini waktunya untuk kita berpisah. 2015 akan menjadi tahun terakhir kita saling menatap. Di ujung jalan ini, dipersimpangan ini kita memilih jalan kita masing masing. Dititik ini ku lambaian tangan ku pada kalian. Selamat jalan sahabat selamat jalan. Selamat mengejar impian mu. Wujudkan cita cita mu. Bahagiakan diri mu. Disini ku doakan kau agar selalu da...
Komentar
Posting Komentar