Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Being a Teacher

secara saya kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tau dong ya kalo lulus entar gelarnya apaan. SPd, Sarjana Pendidikan. jelas jadi guru dong pastinyaa. nahh, entu sekarang yang jadi masalah. kira kira orang macam saya pantas gag ya jadi guru. ang ing enggg, sudah lahh. saya coba menganggap ini sebagai jalan tuhan lewat perantara paksaan orang tua saya. enjeh, saya emang gag pernah niat dan mau untuk kuliah di jurusan ini.bukannya apaa, jaman sekolah dulu saya nakalnya itu luar biasa jadi rada serem aja kalo ntar pas jadi guru di balas sama murid muridnya, jadi semacam hukum karma gitu. ngeri kan broo. trus ni ya, pas jaman sekolah dahulu kala itu diri ku sudah ngerasain segala macam modelnya nakal aa ala anak sekolah yang kekinian di jaman itu, nah kalo pas saya jadi guru saya tau banget dong gejolak batin yang di alami sama mrid murid saya. masa iya saya tega ngamuk ngamuknya. dulu itu seneng banget nyumpahin guru entar kalo saya di sumpain sama mrid gimana ? kan serem juga. ...

another story about me

malu malu aku memasuki mushola sekolah siang itu. wajah ku memerah saat semua mata mengarah kepada ku. teman ku dengan santainya memotong pembicaraan yang sedang berlangsung disana untuk memperkenalkan ku. yaa, waktu itu ia memaksa ku untuk bergabung dengan salah satu ekstra yang ada di sekolah. awalnya aku menolak karna aku beranggapan itu bukan tempat ku. tapi setelah paksan bertubi tubi itu akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti kemauan teman baik ku. kamu, waktu itu ketuanya kamu, iya kamu. kamu tersenyum dan mengatakan bahwa kamu menerima kehadiran ku. begitu juga yang lainnya. aku pun mengangguk dan duduk dengan tenang. hari itu aku dan kamu sebatas ketua dan anggota. waktu terus berganti dan kita semakin dekat. setiap hari ku lewati hari ku dengan menanti setiap sms dan telfon dari mu. hubungan kita ? kakak dan adik, sudah mengalami peningkatan dari yang awalnya hanya ketua dan anggota. mungkin berharap lebih, tapi memang masih kakak dan adik. masih ? ya karena ini masih ...

cincin ingkar janji

"hei kamu, terima kasih atas setiap rangkaian cerita yang telah kau persembahkan untuk kehidupan ku. terima kasih atas alur yang sangat tidak biasa. aku menghargainya." ah, ini bermula dari sesuatu yang tak terduga. masih ingatkah bangaimana pertemuan pertama kita ? masih ingatkah awal dimulainya kisah kita ?  yaa, di parkiran sekolah itu aku memberanikan diri untuk menyapa mu. masih jelas ku ingat, kau menoleh ke arah ku dan melemparkan senyum manis mu seraya menyebut nama ku pertanda bahwa kau pun masih mengingat ku. kita memang saling kenal dulunya tapi terpisah ruang hingga kembali bertemu di parkiran sekolah waktu itu. andai aku tidak memberanikan diri untuk menyapa mu, mungkin kisah kita tak akan pernah ada. aku dan kamu masih malu malu, tetapi lagi lagi kita dipaksa oleh takdir untuk melanjutkan kisah kita. aku, kamu, dan dua teman mu lainnya dipaksa untuk berada di ruang yang sama. boleh aku jujur ? aku sangat bahagia oleh "paksaan" itu. aku tidak peduli...