Langsung ke konten utama

cincin ingkar janji

"hei kamu, terima kasih atas setiap rangkaian cerita yang telah kau persembahkan untuk kehidupan ku. terima kasih atas alur yang sangat tidak biasa. aku menghargainya."
ah, ini bermula dari sesuatu yang tak terduga. masih ingatkah bangaimana pertemuan pertama kita ? masih ingatkah awal dimulainya kisah kita ? 

yaa, di parkiran sekolah itu aku memberanikan diri untuk menyapa mu. masih jelas ku ingat, kau menoleh ke arah ku dan melemparkan senyum manis mu seraya menyebut nama ku pertanda bahwa kau pun masih mengingat ku. kita memang saling kenal dulunya tapi terpisah ruang hingga kembali bertemu di parkiran sekolah waktu itu. andai aku tidak memberanikan diri untuk menyapa mu, mungkin kisah kita tak akan pernah ada.


aku dan kamu masih malu malu, tetapi lagi lagi kita dipaksa oleh takdir untuk melanjutkan kisah kita. aku, kamu, dan dua teman mu lainnya dipaksa untuk berada di ruang yang sama. boleh aku jujur ? aku sangat bahagia oleh "paksaan" itu. aku tidak peduli dengan dua teman mu, yang aku tau ada kamu di hadapan ku. dan itu lebih dari segalanya bagiku.


"paksaan" itu membuat aku dan kamu kian dekat. kita semakin sering bertemu. iya memang untuk berdiskusi, tapi paling tidak itu membuat ku semakin sering bersama mu. pernah aku marah kepada kedua teman mu, hingga aku berlari meninggalkan ruangan sambil menitikkan air mata. lagi lagi kamu tampak seperti pangeran berkuda putih yang siap melindungi ku. kau datang memeluk ku dari belakang. kau mengusap air mata ku sembari meminta ku untuk berhenti menangis. nyaman sekali. 


setelah melewati beberapa waktu kita memutuskan untuk bersama. bahagia pastinya tapi sayang itu tak berangsung lama.  malam itu aku berdiri tepat didepan mu menatap mu tidak percaya. aku berusaha untuk meyakini kalau itu bukan yang sebenarnya, tapi ternyata memang itu faktanya. dia berdiri disebelah mu dan aku di hadapan mu. kamu, ya yang ku ingat kamu menundukan kepala mu. ini akhir cerita kita kah ? bukan, bukan begini akhir cerita kita.


kamu mengajak ku bertemu dan aku menyanggupinya. sore itu kita bertemu dan kau memberi ku sebuah cincin. kau pasangkan cincin itu di tangan ku. masih ku ingat jelas hangatnya genggaman tangan mu ketika itu. air mata ku membasahi pipi ku. kau usap pipi ku berusaha menenangkan ku. hari itu kau berjanji akan menjelaskan semuanya suatu saat nanti. aku terdiam menunduk lesu. sungguh saat itu aku tidak meminta penjelasan mu. kamu meminta ku untuk sekali itu saja mempercayai mu. lagi agi aku mempercayai mu. kita berjanji akan bertemu lagi nanti ketika waktu yang kau maksud itu tiba.


apa itu disebut perpisahan ? bagi ku itu bukan perpisahan. karna kita memang berjanji untuk bertemu lagi, untuk mendengarkan penjelasan mu. cincin itu masih ku simpan. bukti bahwa aku menunggu kamu. menunggu kamu, bukan penjelasan mu.  


"aku masih menunggu kamu dengan cincin yang tak mungkin ingkar janji"







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Pertemuan Berjodoh dengan Perpisahan ?

Tahun 2011 menjadi tahun pertama kita bertemu. Di tahun itu kita pertama kali saling tersenyum malu malu saling berusaha membina hubungan baru. Saat itu kita berjanji untuk saling mengenal satu sama lain. Saat itu takdir tuhan sudah ditentukan. kita di pertemukan. kita habiskan waktu bersama. berbagi setiap air mata dan tawa. saling meminjamkan pundak dan berkata "tidak papa semua baik baik saja". Kita saling bergenggaman tangan dan berjanji akan terus begini. Terus kita berjalan bersama meniti hari menghabiskan waktu berkutat dengan keadaan. Kita bahagia, ya bagiku kita bahagia. Tapi lagi dan lagi takdir tuhan menghampiri. Ini waktunya untuk kita berpisah. 2015 akan menjadi tahun terakhir kita saling menatap. Di ujung jalan ini, dipersimpangan ini kita memilih jalan kita masing masing. Dititik ini ku lambaian tangan ku pada kalian. Selamat jalan sahabat selamat jalan. Selamat mengejar impian mu. Wujudkan cita cita mu. Bahagiakan diri mu. Disini ku doakan kau agar selalu da...

Dan aku

It's not 7 days it's not 7 months it's 7 years. Kamu tau apa yang aku rasakan selama itu ? Sometimes i want to scream as loud as i can but i can't. Kamu tau bagaimana ini hancurnya hati ? Pernah kamu tanya apa aku baik baik saja selama aku menunggu mu ? Pernah kamu bayangkan bagaimana aku habiskan waktu ku disela sela aku menunggu mu ? Pernah sedikit saja kamu berfikir bagaimana rasanya menjadi aku ? Pernah kamu tau ? Atau selama ini kamu pura pura tidak mengetahuinya ? Atau kamu tidak ingin tau ? Atau kamu memang tidak pernah tau ? Ayolah satu hari saja kita saling bertukar peran, kamu yang menunggu dan aku yang ditunggu. Jadi kamu tau bagaimana menjadi aku. Jadi kamu tau bagaimana 7 tahun ku. Jadi kamu tau aku sakit 7 tahun menunggu mu. Kamu dengan diam melangkah pergi sedang aku tetap berdiri menunggu mu tidak berpaling walau sedikit. Berpegang teguh pada janji bahwa kau akan kembali. 7 tahun ku habiskan waktu ku menunggu mu sampai akhirnya kamu datang, ya kamu datan...

The Greeting of Loneliness

This night, rain sadly pours Our memories, it draws This night, the cold longing it makes me Your smile sketch when you sneak out behind me My loneliness drops As painful as the scars of sadness you left me My lonely longing, my lonely clinging Tonight, let the rain fills my feel When I have no one to share the chill You the one I love, sneaking out with hatred You the one I love, sneaking out break the word You the one I love, secretly stealing other heart You the one I love, secretly backstabbing me on heart Why did you leave Before knowing love I could give