Langsung ke konten utama

Being a Teacher

secara saya kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tau dong ya kalo lulus entar gelarnya apaan. SPd, Sarjana Pendidikan. jelas jadi guru dong pastinyaa. nahh, entu sekarang yang jadi masalah. kira kira orang macam saya pantas gag ya jadi guru. ang ing enggg, sudah lahh. saya coba menganggap ini sebagai jalan tuhan lewat perantara paksaan orang tua saya. enjeh, saya emang gag pernah niat dan mau untuk kuliah di jurusan ini.bukannya apaa, jaman sekolah dulu saya nakalnya itu luar biasa jadi rada serem aja kalo ntar pas jadi guru di balas sama murid muridnya, jadi semacam hukum karma gitu. ngeri kan broo. trus ni ya, pas jaman sekolah dahulu kala itu diri ku sudah ngerasain segala macam modelnya nakal aa ala anak sekolah yang kekinian di jaman itu, nah kalo pas saya jadi guru saya tau banget dong gejolak batin yang di alami sama mrid murid saya. masa iya saya tega ngamuk ngamuknya. dulu itu seneng banget nyumpahin guru entar kalo saya di sumpain sama mrid gimana ? kan serem juga. apalagi habis liat beberapa film soal "ekstrimnya" murid murid kekinian.. omigott..

berhubung sudah terlanjur terdampar disni, mau gag mau saya jalani hidup saya disni. gag berat memang selama jaman kuliah. yang berat itu pas saya harus praktek ngajar langsung di sekolah. jeng jeng, udah kayak mau perang di jaman majapahit gitu persiapan mentalnya.saya bener bener gag siap dan takut sama keadaan lapangan. mana banyak yang cerita soal pengalaman buruk mereka selama praktek pula. apa ndanya tambah ndredek bombay saya. ahhh, tapi lagi dan lagi mau gag mau saya harus hadapi. dan tibalah hari dimana saya harus mempertaruhkan nyawa ini di lapangan. dannnnnnnn...

ternyata biasa ajaa, gag seserem yang saya bayangkan. bahkan menurut saya ini lebih cenderung menyenangkan. melihat pola tingkah murid kekinian ala ala mereka itu. saya malh jatuh hati dan ketagihan untuk mengajar di depan kelas. gila, jadi sentral perhatian di dalam kelas (baca : berkuasa). hahahah :D sangat menyenangkan. ehh, gag ding. mm, saya senang bisa berbagi apa yang saya punya, senang melihat semangat mereka, saya senang melihat senyum mereka bahkan saya ingin rasanya mengenal mereka satu per satu secara lebih dalam. saya pengen tau masalah mereka membantu mereka. dan saya sadar saya mencintai dunia mereka. ada kebanggaan tersendiri saat mereka mengerti dan memperoeh hasil yang memuaskan. 

sudah, semua gag bisa diungkapkan dengan kata kata. yang pasti saya sangat menikmati setiap waktu yang saya habiskan dengan mereka. sama mereka saya juga jadi belajar banyak hal. saya menyadari tanggung jawab dan porsi saya sebagai pendidik. belajar lebih tenang, terbuka, dan selalu optimis. belajar bagaimana caranya agar mereka bisa nyaman dan percaya kepada saya. dan itu sangat berharga tak ternilai oleh apapun.

akhirnya saya menyadari bahwa di dalam hati kecil saya jiwa untuk menjadi pendidik itu ada. saya putuskan untuk nantinya mengabdikan diri ini untuk menjadi guru yang profesional. saya ingin terus berbagi dengan mereka. saya ingin terus mencintai mereka. saya ingin terus bisa merangkul mereka. dan dengan menggebu gebu ak katakan aku akan menjadi guru yang baik, yang di percaya, yang friendly, yang menyenangkan, yang bisa diterima oleh mereka. tapi kemudian seorang teman mengingatkan "berikan yang terbaik sesuai yang baik dari hati dengan keikhlasan maka kamu akan memperoleh yang tidak terduga." yaa, saya menyadari itu. jangan mengharapkan apapun, cukup lakukan yang terbaik maka biar Allah yang menilainya. dan bismillah, jika allah ridho atas langkah saya, maka saya akan terus mengabdikan diri untuk anak bangsa.

makasih atas semua paksaan mama dan ayah, makasih untuk setiap jalan yang kalian pilihkan untuk saya, makasih atas kesempatan yang kalian ciptakan untuk saya. satu hal yang saya sadari ridho orang tua adalah penuntun langkah ini. cinta yang kalian beri, akan saya bagi dengan murid murid saya nantinya. agar mereka juga bisa merasakan besar dan tulusnya cinta ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukankah Pertemuan Berjodoh dengan Perpisahan ?

Tahun 2011 menjadi tahun pertama kita bertemu. Di tahun itu kita pertama kali saling tersenyum malu malu saling berusaha membina hubungan baru. Saat itu kita berjanji untuk saling mengenal satu sama lain. Saat itu takdir tuhan sudah ditentukan. kita di pertemukan. kita habiskan waktu bersama. berbagi setiap air mata dan tawa. saling meminjamkan pundak dan berkata "tidak papa semua baik baik saja". Kita saling bergenggaman tangan dan berjanji akan terus begini. Terus kita berjalan bersama meniti hari menghabiskan waktu berkutat dengan keadaan. Kita bahagia, ya bagiku kita bahagia. Tapi lagi dan lagi takdir tuhan menghampiri. Ini waktunya untuk kita berpisah. 2015 akan menjadi tahun terakhir kita saling menatap. Di ujung jalan ini, dipersimpangan ini kita memilih jalan kita masing masing. Dititik ini ku lambaian tangan ku pada kalian. Selamat jalan sahabat selamat jalan. Selamat mengejar impian mu. Wujudkan cita cita mu. Bahagiakan diri mu. Disini ku doakan kau agar selalu da...

Dan aku

It's not 7 days it's not 7 months it's 7 years. Kamu tau apa yang aku rasakan selama itu ? Sometimes i want to scream as loud as i can but i can't. Kamu tau bagaimana ini hancurnya hati ? Pernah kamu tanya apa aku baik baik saja selama aku menunggu mu ? Pernah kamu bayangkan bagaimana aku habiskan waktu ku disela sela aku menunggu mu ? Pernah sedikit saja kamu berfikir bagaimana rasanya menjadi aku ? Pernah kamu tau ? Atau selama ini kamu pura pura tidak mengetahuinya ? Atau kamu tidak ingin tau ? Atau kamu memang tidak pernah tau ? Ayolah satu hari saja kita saling bertukar peran, kamu yang menunggu dan aku yang ditunggu. Jadi kamu tau bagaimana menjadi aku. Jadi kamu tau bagaimana 7 tahun ku. Jadi kamu tau aku sakit 7 tahun menunggu mu. Kamu dengan diam melangkah pergi sedang aku tetap berdiri menunggu mu tidak berpaling walau sedikit. Berpegang teguh pada janji bahwa kau akan kembali. 7 tahun ku habiskan waktu ku menunggu mu sampai akhirnya kamu datang, ya kamu datan...

The Greeting of Loneliness

This night, rain sadly pours Our memories, it draws This night, the cold longing it makes me Your smile sketch when you sneak out behind me My loneliness drops As painful as the scars of sadness you left me My lonely longing, my lonely clinging Tonight, let the rain fills my feel When I have no one to share the chill You the one I love, sneaking out with hatred You the one I love, sneaking out break the word You the one I love, secretly stealing other heart You the one I love, secretly backstabbing me on heart Why did you leave Before knowing love I could give